DEMAK || sidikutama.my.id Polres Demak menggelar upacara kenaikan pangkat pengabdian periode 1 Maret 2026 di Aula Wicaksana Laghawa, Jumat (27/2/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti pejabat utama, para Kapolsek jajaran, Ketua Bhayangkari Cabang Demak beserta pengurus, serta personel kepolisian setempat.
Dalam upacara tersebut, Kompol Santoso yang menjabat Kapolsek Kebonagung menerima kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi dari pangkat sebelumnya. Kenaikan ini diberikan kepada anggota yang telah memenuhi persyaratan masa dinas, menunjukkan kinerja baik, serta tidak memiliki catatan pelanggaran disiplin maupun kode etik sepanjang masa tugasnya.
Kapolres Demak, Arrizal Samelino Gandasaputra, menegaskan bahwa kenaikan pangkat pengabdian bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bentuk pengakuan institusi atas dedikasi dan integritas tanpa cela. “Ini adalah apresiasi atas loyalitas dan konsistensi dalam menjaga kehormatan profesi,” ujarnya dalam amanat upacara.
Menurutnya, tidak seluruh personel memiliki kesempatan meraih kenaikan pangkat pengabdian. Karena itu, pencapaian tersebut mengandung makna khusus sekaligus konsekuensi moral. Ia mengingatkan bahwa kebanggaan atas penghargaan tersebut harus sejalan dengan peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Lebih jauh, Kapolres menautkan momentum tersebut dengan agenda penguatan profesionalisme dan reformasi internal di tubuh kepolisian. Integritas personel, kata dia, menjadi fondasi utama dalam membangun serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Menjelang Idul Fitri 1447 H, Polres Demak juga bersiap menggelar Operasi Ketupat Candi 2026 guna mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran. Operasi ini difokuskan pada aspek keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Demak.
Kapolres mengingatkan seluruh jajaran agar menjaga sikap, disiplin, dan profesionalitas selama pelaksanaan operasi. Ia menekankan pentingnya pelayanan yang humanis dan responsif, serta menghindari tindakan yang berpotensi mencederai citra institusi di mata masyarakat.
(Ganang)
