POLDA BALI || sidikutama.my.id - Polres Karangasem-Sat Intelkam Polres Karangasem Kamis, 05 Maret 2026, Telah berlangsung kegiatan Rakor dengan agenda pembahasan surat edaran Gubernur Bali Nomor : B.30.800.1.6.2/61594/PK/BKPSDM tentang Hari Libur Nasional dan Cuti bersama tahun 2026 dan Seruan Bersama dalam rangka kesiapan Hari Raya Nyepi tahun caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri tahun 1447 H di Aula Gedung Kementerian Agama Kabupaten Karangasem.
Secara umum surat ederan Gubernur Bali Nomor : B.30.800.1.6.2/61594/PK/BKPSDM tentang Hari Libur Nasional dan Cuti bersama tahun 2026, dan Seruan Bersama dalam rangka kesiapan Hari Raya Nyepi tahun caka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri tahun 1447 H disetujui dalam Rakor dan Adapun beberapa poin dalam surat edaran seruan bersama tersebut dilakukan revisi dalam pelaksanaan Rakor, diantaranya :
1. Umat Hindu melaksanakan seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948 dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, meliputi: Melasti, Pangrupukan, Sipeng (Catur Brata Penyepian), dan Ngembak Geni dengan khidmat dan khusyuk.
2. Seluruh penyedia jasa transportasi darat, laut, dan udara tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan Catur Brata Penyepian, terhitung mulai hari Kamis, 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA sampai dengan hari Jumat, 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
3. Lembaga Penyiaran Radio dan Televisi tidak diperkenankan melakukan siaran selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948/Tahun 2026, terhitung mulai hari Kamis tanggal 19 Maret 2026 pukul 06.00 WITA sampai dengan hari Jumat tanggal 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
4. Penyedia layanan (provider) jasa telekomunikasi seluler agar menonaktifkan layanan data seluler dan seluruh penyedia jasa televisi agar tidak mendistribusikan siaran selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948/Tahun 2026 sebagaimana waktu yang telah ditentukan, dengan tetap memperhatikan layanan komunikasi darurat.
5. Seluruh masyarakat dan wisatawan tidak diperkenankan bepergian/keluar rumah, menyalakan petasan/mercon, pengeras suara, bunyi-bunyian, lampu penerangan (kecuali dalam keadaan emergency/darurat, dengan ketentuan seizin pihak berwenang), dan melaksanakan aktivitas lain yang dapat mengganggu kekhusyukan Hari Suci Nyepi serta ketertiban umum.
6. Khusus instansi yang melaksanakan pelayanan darurat diperkenankan menyalakan penerangan secukupnya.
7. Pelaku usaha jasa akomodasi, jasa hiburan, serta pengelola destinasi wisata di Kabupaten Karangasem tidak diperkenankan mempromosikan kegiatan usaha dengan menggunakan branding.
8. Mengingat Hari Suci Nyepi bertepatan dengan Bulan Puasa maka:
a. Umat Islam diperkenankan melaksanakan Sholat Tarawih di Masjid atau Mushola terdekat dengan berjalan kaki atau di rumah masing-masing, tanpa penggunaan pengeras suara, serta menggunakan penerangan terbatas, mulai pukul 20.00 WITA sampai dengan pukul 21.30 WITA.
b. Pengamanan dan ketertiban pelaksanaan Sholat Tarawih menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus Masjid atau Mushola, dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat. Mengingat Hari Suci Nyepi bertepatan dengan Bulan Puasa maka:
- Umat Islam diperkenankan melaksanakan Sholat Tarawih di Masjid atau Mushola terdekat dengan berjalan kaki atau di rumah masing-masing, tanpa penggunaan pengeras suara, serta menggunakan penerangan terbatas, mulai pukul 20.00 WITA sampai dengan pukul 21.30 WITA.
- Pengamanan dan ketertiban pelaksanaan Sholat Tarawih menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus Masjid atau Mushola, dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.
9. Jika Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948/Tahun 2026 bertepatan dengan malam Takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah, maka:
a. Umat Islam diperkenankan melaksanakan Takbiran di Masjid atau Mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa penggunaan pengeras suara, tanpa menyalakan petasan/mercon atau bunyi-bunyian lainnya, serta menggunakan penerangan secukupnya, mulai pukul 18.00 WITA sampai dengan pukul 21.00 WITA.
b. Pengamanan dan ketertiban pelaksanaan Takbiran menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus Masjid atau Mushola, dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.
10. Prajuru Desa Adat, Pengurus Masjid atau Mushola, Pecalang, Linmas, serta Aparat Desa/Kelurahan bertanggung jawab untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Hari Suci Nyepi maupun kegiatan Tarawih/Takbiran di wilayahnya masing-masing, dengan berkoordinasi secara sinergis bersama aparat keamanan.
11. Majelis-majelis Agama, lembaga sosial keagamaan, serta instansi terkait agar mensosialisasikan Seruan Bersama ini kepada seluruh umat beragama di Kabupaten Karangasem secara berjenjang dan berkesinambungan.
12. Seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta wisatawan yang berada di wilayah Kabupaten Karangasem wajib menaati dan melaksanakan Seruan Bersama ini dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
(Ihwan).
