MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Adem! Konflik Sosial Selesai Lewat Musyawarah, Warga Desa Adat Umanyar Kembali Bersatu

Adem! Konflik Sosial Selesai Lewat Musyawarah, Warga Desa Adat Umanyar Kembali Bersatu


BEBANDEM || sidikutama.my.id - Suasana penuh kehangatan dan kedamaian menyelimuti Pura Puseh Desa Adat Umanyar, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, pada Jumat (10/7/2026) siang. Setelah melalui proses panjang, permasalahan sosial yang sempat terjadi di desa adat tersebut akhirnya resmi berakhir dengan damai melalui jalan kekeluargaan.

​Momen berharga ini ditandai dengan penyerahan Berita Acara dan Surat Pernyataan kesepakatan dari perwakilan 30 Kepala Keluarga (KK) yang menyatakan siap untuk kembali Mekrama (beraktivitas sebagai warga adat) di Desa Adat Umanyar.

​Komitmen Bersama Demi Kelancaran Upacara Keagamaan

​Motivasi utama di balik bersatunya kembali warga ini didasari oleh ketulusan dan niat baik untuk menyukseskan rencana Upacara Ngaben Dadya mendatang. Dengan diselesaikannya seluruh kewajiban adat oleh total 33 KK (termasuk 3 KK yang sudah menyelesaikan lebih awal), kini seluruh warga dapat fokus bergotong-royong tanpa ada lagi sekat pembatas.

​Acara yang berlangsung gayeng namun khidmat ini dihadiri langsung oleh Forkopincam Bebandem, mulai dari Camat Bebandem Gusti Ngurah Wiranata, Kapolsek Bebandem AKP I G.N.B. Suastawan, perwakilan Danramil, hingga Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Bebandem.

​"Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah bentuk tanggung jawab untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif. Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat aktif dan kooperatif dalam menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," ujar Kapolsek Bebandem, AKP I G.N.B. Suastawan. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen ini ke depan demi kedamaian desa yang berkelanjutan.

​Kembali Satu Wadah, Satu Keluarga

​Apresiasi mendalam juga datang dari Kelian Desa Adat Umanyar, I Gede Putu, dan Camat Bebandem. Mereka menilai penyelesaian konflik lewat jalur musyawarah mufakat ini merupakan contoh yang sangat baik bagi pengelolaan masalah di tingkat desa adat.

​Senada dengan hal tersebut, I Ketut Ngurah Jelantik selaku perwakilan dari warga yang kembali, menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf. Pihaknya menyatakan komitmen penuh untuk mengikuti tatanan adat yang berlaku, termasuk melaksanakan upacara Ngaturang Sesayut Guru Piduka di Pura Puseh sebagai bentuk pembersihan secara niskala.

​Kini, tidak ada lagi kubu yang berbeda. Seluruh warga Desa Adat Umanyar telah sepakat untuk menatap ke depan, menjaga kerukunan, dan tunduk pada Awig-awig (aturan) desa demi kebaikan bersama. Kegiatan ramah tamah ini pun ditutup pada pukul 11.30 WITA dengan situasi yang sangat aman, tertib, dan penuh senyuman.

(Ihwan)
Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA