JAKARTA sidikutama.my.id - Ketua Umum Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang akrab disapa Gus Wal, kembali menegaskan pentingnya sikap tegas aparat penegak hukum terhadap individu atau kelompok yang tidak mengakui ideologi Pancasila. Hal ini disampaikan dalam acara PNIB Ngaji Pancasila Sejarah Peradaban Bangsa yang digelar di Kaliabang, Bekasi Utara, pada Jumat malam, 16 Februari 2025.
Dalam acara tersebut, Gus Wal menekankan bahwa meskipun Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) telah dibubarkan sejak 2017, kelompok-kelompok yang masih menganut ideologi khilafah tetap aktif melakukan berbagai kegiatan di berbagai daerah. Ia menyerukan agar aparat penegak hukum, termasuk Polri dan Densus 88 Antiteror, bertindak tegas dalam menangani kelompok yang menolak keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan ideologi Pancasila.
Gus Wal menegaskan bahwa kebebasan berpikir adalah hak dasar setiap warga negara, namun hak tersebut tidak boleh disalahgunakan untuk merongrong ideologi negara.
"Pikiran pribadi memang sulit diawasi, namun apabila pemikiran tersebut berkembang menjadi aktivitas yang menolak kehadiran negara yang sah menurut Undang-Undang, itu harus dicegah dan ditindak secara tegas," ujar Gus Wal.
Menurutnya, kelompok-kelompok radikal seringkali memanfaatkan kebebasan berpikir dan berpendapat untuk menyebarkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Oleh karena itu, perlu ada langkah preventif agar doktrin yang berbahaya tidak menyebar luas di masyarakat.
Dalam forum tersebut, Gus Wal menyoroti bagaimana eks anggota HTI masih aktif menyebarkan ideologi khilafah di berbagai daerah meskipun organisasinya sudah dibubarkan secara hukum.
"Jika gerakan ini dilakukan secara terorganisir dan mendoktrin masyarakat untuk menolak negara atau ideologi Pancasila, itu harus ditindak," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kelompok-kelompok seperti ini seringkali menyusup ke berbagai lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, bahkan ke lingkungan pemerintahan. Oleh karena itu, negara harus bersikap tegas dalam membatasi ruang gerak mereka.
Gus Wal mengungkapkan bahwa meskipun HTI telah dibubarkan secara hukum, ideologi yang mereka usung masih terus berkembang melalui berbagai wadah yang tersebar di seluruh Indonesia. Ia memperkirakan ada ratusan hingga ribuan kelompok yang masih aktif menyebarkan paham khilafah secara terselubung.
"Pelarangan HTI hanya bersifat administratif, bukan ideologis. Oleh karena itu, gerakan mereka masih eksis di banyak tempat," ujar Gus Wal.
Menurutnya, tanpa tindakan konkret dari pemerintah dan aparat penegak hukum, kelompok-kelompok ini akan terus berkembang dan mengancam stabilitas negara.
Sebagai organisasi yang konsisten membela Pancasila dan NKRI, PNIB menyerukan agar aparat hukum bertindak lebih tegas terhadap individu atau kelompok yang menolak ideologi Pancasila.
"Negara ini dibangun di atas fondasi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Tidak boleh ada satu pun ideologi yang bertentangan dengan itu," pungkas Gus Wal.
Acara PNIB Ngaji Pancasila Sejarah Peradaban Bangsa di Bekasi ini menjadi salah satu bukti konsistensi PNIB dalam melawan bibit intoleransi, radikalisme, dan terorisme di Indonesia. Ke depan, PNIB berencana terus melakukan kegiatan serupa di berbagai daerah untuk mengedukasi masyarakat dan memperkuat pemahaman tentang pentingnya mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.
Reporter: AL-FI
