MEDIA ONLINE SIDIK UTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Jejak Jawa di Angkor Wat: Bukti Eratnya Hubungan Nusantara dan Kamboja

Jejak Jawa di Angkor Wat: Bukti Eratnya Hubungan Nusantara dan Kamboja


SURABAYA
sidikutama.my.idSejarah mencatat hubungan erat antara Jawa dan Kamboja yang telah terjalin selama berabad-abad. Hubungan ini tidak hanya terbatas pada aspek perdagangan dan politik, tetapi juga mencakup pertukaran budaya yang mendalam. Salah satu bukti paling mencolok dari hubungan tersebut adalah pengaruh arsitektur dan budaya Jawa pada kompleks candi megah di Kamboja, Angkor Wat.

Pengaruh Arsitektur Jawa di Angkor Wat Ciri khas arsitektur Angkor Wat menunjukkan kemiripan mencolok dengan candi-candi besar di Jawa seperti Borobudur dan Prambanan. Struktur lima menara menjulang tinggi yang menjadi ikon Angkor Wat mengingatkan pada bentuk punden berundak yang umum dijumpai dalam arsitektur candi Jawa. Tata letak denahnya pun menyerupai pola-pola simetris yang khas dalam bangunan suci Jawa.

Ornamen seperti relief Garuda dan Kala, yang berfungsi sebagai penjaga dalam kepercayaan Hindu-Buddha, juga hadir di Angkor Wat. Ornamen-ornamen ini memperkuat dugaan adanya pengaruh langsung dari estetika dan filosofi Jawa dalam pembangunan kompleks candi tersebut.

Kesamaan dalam Aspek Religi dan Mitologi Tidak hanya dalam arsitektur, pengaruh Jawa juga terasa dalam fungsi dan narasi yang terdapat di Angkor Wat. Candi ini awalnya dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu dan juga digunakan sebagai tempat penyimpanan abu jenazah raja, mirip dengan fungsi spiritual banyak candi di Jawa.

Relief yang menghiasi dinding Angkor Wat menggambarkan kisah epik Ramayana dan Mahabharata — dua epos besar India yang juga populer di kalangan masyarakat Jawa. Penggambaran kisah-kisah ini tidak hanya mencerminkan pengaruh India, tetapi juga adaptasi lokal khas Nusantara.

Jejak Budaya dan Bahasa: Bukti Pertukaran yang Lebih Luas Hubungan antara Jawa dan Kamboja juga terlihat dalam aspek bahasa dan budaya. Bahasa yang digunakan di wilayah Kamboja memiliki akar yang berhubungan dengan rumpun bahasa Austronesia, termasuk bahasa Jawa. Hal ini menunjukkan adanya interaksi dan pertukaran budaya sejak masa lampau.

Suku Cam di Kamboja, misalnya, memiliki beberapa kemiripan budaya dengan masyarakat Jawa, terutama dalam hal musik dan tradisi lisan. Bahkan, penelitian genetik menunjukkan adanya kedekatan kekerabatan antara masyarakat Jawa dan Kamboja, yang menguatkan dugaan adanya migrasi atau hubungan intensif di masa silam.

Menelusuri Jejak Nusantara di Asia Tenggara Berbagai bukti di atas menunjukkan bahwa pengaruh Jawa dalam pembangunan Angkor Wat bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari hubungan budaya, politik, dan perdagangan yang erat antara dua kawasan penting di Asia Tenggara ini. Penemuan ini bukan hanya penting untuk memahami sejarah regional, tetapi juga berpotensi memperkuat kerja sama budaya antara Indonesia dan Kamboja di masa depan.

Reporter : Gombloh 

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA

BERITA TERBARU Memuat berita terbaru...