MEDIA ONLINE SIDIK UTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Doa 7 Hari untuk Almarhum Pak Suhadi di Wonosari

Doa 7 Hari untuk Almarhum Pak Suhadi di Wonosari


Sidikutama.my.id
| Surabaya - Peringatan tujuh hari wafatnya almarhum Pak Suhadi diselenggarakan khidmat di wilayah Wonosari Wetan, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. Kegiatan doa bersama ini berlangsung pada Kamis malam, 3 Juli 2025, usai salat Isya, tepatnya pukul 19.07 WIB, bertempat di Jalan Wonosari Wetan 1, dan dihadiri oleh ratusan warga sekitar.

Pak Suhadi dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan bersahaja. Almarhum berasal dari Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen. Setelah wafat, jenazah beliau dimakamkan di pemakaman umum yang berada di desanya, yakni di Desa Kedungbondo. Meskipun telah menetap di Surabaya dalam beberapa tahun terakhir, ikatan batin dengan tanah kelahiran tetap dijaga hingga akhir hayat.

Suasana haru menyelimuti jalannya acara. Para warga yang hadir dengan ikhlas turut memberikan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum yang semasa hidupnya dikenal ramah dan peduli terhadap lingkungan. Acara ini menjadi momentum silaturahmi antarwarga yang turut mengenang jasa dan kebaikan beliau.

Acara dimulai dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Doa bersama pun dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohonkan ampunan dan tempat terbaik bagi almarhum di sisi Allah SWT. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata rasa solidaritas dan kepedulian warga terhadap sesama.

Putra almarhum, Arfin, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan doa dari para tetangga serta kerabat. "Kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada semua yang telah hadir dan mendoakan bapak. Semoga kebaikan ini dibalas oleh Allah dan doa kita menjadi penerang bagi beliau di alam kubur," ujar Arfin dengan haru.

Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama secara sederhana. Meski dalam suasana duka, semangat kebersamaan dan gotong royong antar warga tetap terasa hangat. Kepergian Pak Suwadi meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang, dan doa tujuh harinya menjadi bukti bahwa kebaikan akan selalu dikenang.

Reporter : Ihwan 

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA

BERITA TERBARU Memuat berita terbaru...