Sidikutama.my.id | Surabaya - Media online Sidikutama.my.id kembali menggerakkan langkah investigasi lapangan dengan menurunkan tim inti dalam patroli jurnalistik malam, Selasa (17/09/2025) dini hari. Rute panjang dimulai dari kawasan , Taman Suroboyo, hingga Jembatan Suramadu yang ikonik. Dalam perjalanan, tim mencatat suasana kota yang relatif sepi, dengan hanya segelintir pedagang kaki lima yang masih setia menggelar dagangannya dan beberapa kendaraan roda dua yang sesekali melintas.
Investigasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Sidikutama.my.id, yang didampingi oleh Kaperwil, Penasehat, dan Kabiro Surabaya. Tim bergerak pada pukul 23.30 WIB dari titik awal, melintasi jalur perkotaan Surabaya yang lengang, hingga akhirnya tiba di kawasan Suramadu sekitar 01.17 WIB.
Dalam catatan lapangan, perjalanan tersebut menghadirkan kesan mendalam. Kondisi malam yang senyap menyingkap wajah lain dari Surabaya, berbeda dari hiruk-pikuk siang hari. Taman Suroboyo, yang di siang hari ramai wisatawan, malam itu hanya menyisakan desau angin dan deru ombak. Begitu pula Taman Suroboyo yang terlihat sunyi, sementara di jalur menuju Suramadu hanya beberapa warung tenda dan penjual minuman yang masih bertahan menunggu pembeli.
Di tengah perjalanan, tim sempat beristirahat sejenak di Warkop Nazha Setro Baru, sebuah warung kopi yang menjadi titik persinggahan warga malam. Obrolan ringan sambil menyeruput kopi panas menjadi momen jeda, sekaligus ruang diskusi kecil bagi tim untuk merangkum hasil pengamatan.
Menurut Ketua Sidikutama.my.id, agenda investigasi ini bukan sekadar perjalanan malam, melainkan juga upaya mendekatkan jurnalisme pada denyut nadi kehidupan masyarakat. "Kami ingin menghadirkan berita yang tidak hanya berbasis dokumen dan teori, tapi lahir dari pengalaman nyata di lapangan. Dari jalanan yang sepi, pedagang yang tetap setia, hingga suasana malam kota yang jarang terekspos," ujarnya.
Sementara itu, Kaperwil menambahkan bahwa kegiatan ini akan menjadi rutinitas investigasi berkala, dengan lokasi berbeda setiap bulannya. "Surabaya di malam hari memiliki banyak wajah. Ada sisi gelap, ada sisi perjuangan pedagang kecil, ada juga romantisme kota tua yang tak lekang dimakan waktu. Semua itu perlu ditulis, agar publik mendapat gambaran nyata," tegasnya.
Investigasi malam Sidikutama.my.id ini menjadi bukti bahwa jurnalisme investigatif tidak selalu berwajah tegang dan penuh konflik, namun juga bisa menghadirkan narasi reflektif tentang ruang hidup masyarakat sehari-hari. Perjalanan panjang dari Taman Suroboyo hingga Suramadu pada dini hari ini menegaskan komitmen media tersebut dalam menghadirkan liputan yang tajam, akurat, dan berakar pada realitas lapangan.
(Red)


