PEKALONGAN || sidikutama.my.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Kota Pekalongan. Bantuan tersebut ditujukan untuk memastikan kebutuhan dasar ribuan pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Sejumlah warga yang mengungsi di Posko Masjid Al Karomah, Jalan Raya Tirto Raya, Kecamatan Pekalongan Barat, menyebut bantuan logistik telah diterima sejak hari pertama banjir. Muasanah, salah seorang pengungsi, mengatakan kebutuhan konsumsi selama berada di posko relatif tercukupi.
“Alhamdulillah, kebutuhan pengungsi sudah terpenuhi. Makan sehari tiga kali, anak-anak dikasih susu dan buah-buahan,” kata Muasanah saat ditemui, Senin, 19 Januari 2026.
Muasanah mengaku meninggalkan rumahnya sejak Jumat malam, 16 Januari 2026, setelah banjir merendam permukiman. Menurut dia, petugas langsung mendata dan menanyakan kebutuhan warga begitu mereka tiba di lokasi pengungsian.
“Kami bersyukur dibantu pemerintah. Dari hari pertama sudah ditanya kebutuhan kami,” ujarnya.
Banjir di Kota Pekalongan terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan Sungai Bremi meluap. Genangan air merendam permukiman warga di sejumlah wilayah kota.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan per Senin, 19 Januari 2026 pukul 09.00 WIB, banjir berdampak pada 8.692 kepala keluarga yang tersebar di empat kecamatan. Sebanyak 2.400 jiwa tercatat mengungsi dan menempati 24 posko pengungsian.
Untuk mendukung penanganan darurat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp169,7 juta. Bantuan tersebut mencakup paket logistik kebutuhan dasar, makanan dan nonmakanan, satu ton beras, serta obat-obatan bagi pengungsi.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan bantuan logistik disiapkan untuk menjamin kebutuhan pokok warga terdampak selama masa pengungsian.
“Kita pastikan bahan pokok dan kebutuhan makan aman. Dapur umum sudah kita siapkan,” kata Taj Yasin saat meninjau salah satu posko pengungsian.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Pekalongan terus berkoordinasi dalam penanganan banjir. Selain memastikan kebutuhan pengungsi, upaya dilakukan untuk mempercepat surutnya genangan air dan memulihkan aktivitas warga di wilayah terdampak.
(Ganang)
