MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE AKSARALOKA Hadirkan Cara Kreatif Lestarikan Bahasa Jawa di Ruang Publik

AKSARALOKA Hadirkan Cara Kreatif Lestarikan Bahasa Jawa di Ruang Publik


SEMARANG || sidikutama.my.id - Di tengah derasnya arus digitalisasi yang memengaruhi pola komunikasi masyarakat, sekelompok mahasiswa Universitas Semarang (USM) memilih mengambil langkah berbeda. Mereka membentuk Komunitas AKSARALOKA, sebuah gerakan edukatif yang bertujuan menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah, khususnya Bahasa Jawa, di kalangan generasi muda.

Komunitas yang resmi dibentuk pada 8 April 2026 ini digagas oleh tujuh mahasiswa semester IV Program Studi Ilmu Komunikasi USM, yaitu Flora, Fibri, Satria, Fendy, Zayyan, Ridho, dan Nanda. Melalui berbagai kegiatan interaktif yang diselenggarakan setiap Minggu pagi pada ajang Car Free Day (CFD) di Simpang Lima Semarang, mereka berupaya mendekatkan bahasa daerah kepada masyarakat dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut menghadirkan beragam permainan edukatif berbasis Bahasa Jawa. Mulai dari wheel spin kosakata Jawa, tebak kata, hingga permainan mencocokkan kosakata pada peta interaktif. Konsep belajar sambil bermain ini mendapat sambutan hangat dari pengunjung CFD, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Ketua pelaksana AKSARALOKA, Flora, mengatakan bahwa ide pembentukan komunitas tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, banyak anak muda yang lebih fasih menggunakan bahasa nasional maupun istilah asing dibandingkan bahasa daerah yang menjadi bagian dari identitas budaya mereka.

"Bahasa daerah adalah warisan budaya yang harus dijaga. Kami ingin menghadirkan cara belajar yang tidak membosankan sehingga anak-anak dan remaja merasa dekat dengan Bahasa Jawa. Lewat permainan, mereka bisa belajar tanpa merasa sedang diajari," ujar Flora.

Ia menambahkan bahwa ruang publik seperti CFD menjadi tempat yang efektif untuk memperkenalkan kembali bahasa daerah kepada masyarakat luas. Selain mudah dijangkau, suasana yang santai membuat peserta lebih terbuka untuk mengikuti berbagai aktivitas yang disediakan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang pengunjung CFD, Siti Rahma (34), mengaku senang melihat anak-anak tertarik mempelajari Bahasa Jawa melalui permainan yang interaktif.

"Biasanya anak-anak lebih fokus pada ponsel atau permainan digital. Di sini mereka bisa bermain bersama teman-temannya sambil belajar kosakata Jawa. Menurut saya ini kegiatan yang sangat positif," katanya.

Sementara itu, pengamat budaya Semarang, Rio, menilai AKSARALOKA menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda dapat mengambil peran dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal.

"Pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya mengandalkan sekolah atau keluarga. Diperlukan inovasi dan keterlibatan generasi muda agar bahasa daerah tetap relevan di tengah perubahan zaman. Apa yang dilakukan mahasiswa USM ini merupakan langkah yang patut diapresiasi," ujarnya.

Selain memperkenalkan Bahasa Jawa, kegiatan AKSARALOKA juga memberikan manfaat lain berupa peningkatan kemampuan komunikasi, penguatan interaksi sosial, serta melatih daya ingat peserta. Melalui pendekatan yang kreatif dan partisipatif, komunitas ini berharap bahasa daerah tidak hanya menjadi simbol budaya masa lalu, tetapi tetap hidup dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi masa kini dan mendatang.

Ke depan, AKSARALOKA berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang menarik agar Bahasa Jawa tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat Jawa Tengah sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Nusantara.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA