MEDIA ONLINE SIDIK UTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Wagub Jateng Apresiasi Dakwah Komunitas Muhammadiyah dalam Menjaga Harmoni Sosial

Wagub Jateng Apresiasi Dakwah Komunitas Muhammadiyah dalam Menjaga Harmoni Sosial


SEMARANG || sidikutama.my.id - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi peran dakwah berbasis komunitas yang dijalankan Muhammadiyah dalam menjaga harmoni sosial dan kondusivitas masyarakat di Jawa Tengah. Menurut dia, pendekatan dakwah yang menyentuh komunitas akar rumput terbukti efektif merespons persoalan sosial sekaligus memperkuat kohesi masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Taj Yasin saat menerima audiensi Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di ruang kerjanya, Senin, 12 Januari 2026.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Taj Yasin mengatakan dakwah komunitas memiliki posisi strategis karena tidak berhenti pada penyampaian nilai-nilai keagamaan, tetapi juga hadir dalam isu-isu kemanusiaan yang konkret. “Komunitas itu luas. Tidak hanya bicara agama, tetapi juga kemanusiaan dan berbagai persoalan sosial lain. Atas nama pemerintah, kami menyampaikan terima kasih,” kata dia.

Audiensi yang dipimpin Ketua LDK PW Muhammadiyah Jawa Tengah, AM. Jumai, sekaligus melaporkan rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas dan Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri yang akan digelar di Jawa Tengah pada 29–31 Januari 2026.

Taj Yasin menilai kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Muhammadiyah selama ini telah terjalin baik dan perlu terus diperkuat. Ia mencontohkan kerja sama di bidang kesehatan dan sosial, termasuk penanganan penyakit kusta yang masih menyisakan persoalan stigma di masyarakat.

“Kami punya rumah sakit yang juga menangani pengobatan kusta. Banyak pasien sudah sembuh, tetapi stigma di masyarakat masih ada, seolah-olah menular. Di sini dibutuhkan jembatan dari organisasi yang memiliki basis massa kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LDK PW Muhammadiyah Jawa Tengah AM. Jumai menjelaskan bahwa lembaganya memiliki fokus khusus pada pendampingan komunitas-komunitas tertentu. Secara struktural, LDK sejajar dengan organisasi wilayah Muhammadiyah, tetapi memiliki wilayah garap yang berbeda dengan Majelis Tabligh.

“Fokus kami mengelola dan mendampingi komunitas khusus. Ini yang membedakan dengan dakwah di ruang publik yang lebih luas,” kata Jumai.

Ia menyebutkan sejumlah komunitas yang selama ini menjadi sasaran pendampingan LDK, antara lain kawasan Sunan Kuning, komunitas pengemudi ojek daring, hingga pembinaan mantan narapidana terorisme. “Kami juga membangun kekuatan dakwah yang lebih luas melalui pendampingan langsung di komunitas-komunitas tersebut,” ujarnya.

Selain itu, LDK PW Muhammadiyah Jawa Tengah mengelola Mualaf Learning Center dengan pendekatan pemberdayaan. Menurut Jumai, pembinaan mualaf tidak hanya berfokus pada penguatan keimanan, tetapi juga kemandirian ekonomi dan sosial.

Terkait Rakornas II, Jumai mengatakan kegiatan tersebut akan diikuti perwakilan LDK dari seluruh Indonesia. Jumlah peserta disesuaikan dengan kondisi sejumlah daerah yang masih terdampak bencana. “Awalnya direncanakan 320 peserta, kini menjadi sekitar 200 orang,” katanya.

Ia menambahkan, pada acara pembukaan Rakornas diperkirakan akan hadir sekitar 500 peserta dan tamu undangan. Sejumlah menteri juga dijadwalkan hadir dalam rangkaian acara tersebut. “Kami berharap Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Tengah dapat hadir, termasuk pada agenda malam hari,” ujar Jumai.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA

BERITA TERBARU Memuat berita terbaru...