Menteri Pariwisata tiba di Semarang melalui penerbangan rute CGK–SRG pada pukul 07.55 WIB. Setibanya di ibu kota Jawa Tengah, agenda pertama yang dihadiri adalah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang digelar di PO Hotel Semarang, pukul 08.30 hingga 10.00 WIB.
Rakernas PHRI tersebut menjadi forum konsolidasi pelaku industri pariwisata nasional sekaligus wadah pembahasan arah kebijakan dan pengembangan pariwisata daerah. Dalam kesempatan itu, Jawa Tengah kembali ditegaskan sebagai salah satu destinasi unggulan nasional dengan potensi besar di berbagai sektor.
Usai menghadiri Rakernas, Menteri Pariwisata melanjutkan agenda kunjungan ke Klenteng Sam Poo Kong pada pukul 10.15 hingga 11.15 WIB. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka penguatan wisata religi, sekaligus menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, termasuk pengambilan taping ucapan Imlek.
“Kota Semarang memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata religi dan budaya yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Menteri Pariwisata di sela-sela kunjungan.
Selanjutnya, Menteri Pariwisata mengikuti agenda internal Kementerian Pariwisata hingga pukul 13.00 WIB. Rangkaian kunjungan kerja kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Lawang Sewu, destinasi wisata heritage ikonik di Kota Semarang, pada pukul 13.30 hingga 14.30 WIB.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pengelolaan destinasi wisata berbasis sejarah serta mendorong penguatan narasi heritage sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan di Jawa Tengah.
Rangkaian kunjungan kerja Menteri Pariwisata di Semarang ditutup dengan kepulangan ke Jakarta melalui Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Penerbangan rute SRG–CGK dijadwalkan berlangsung pada pukul 15.15 hingga 15.55 WIB.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri pariwisata dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Jawa Tengah secara berkelanjutan.
(Ganang)
