SEMARANG || sidikutama.my.id - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan apresiasi kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah atas kontribusinya dalam penanganan kebencanaan dan misi kemanusiaan di berbagai wilayah provinsi ini.
Sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah, Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin menyebut PMI selalu hadir dan sigap ketika masyarakat membutuhkan bantuan, terutama saat terjadi bencana di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PMI Provinsi Jawa Tengah serta PMI kabupaten/kota yang bahu-membahu menjaga eksistensi dan semangat kemanusiaan,” ujar Gus Yasin saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Kerja PMI Provinsi Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026), di Kantor BPBD Jateng, Semarang.
Menurutnya, gerak cepat PMI dalam layanan donor darah patut diacungi jempol. Kelengkapan peralatan yang dimiliki saat ini dinilai semakin memperkuat kesiapan PMI dalam memenuhi kebutuhan darah, terutama dalam situasi darurat.
Ia mencontohkan, peran PMI tetap terjaga bahkan saat pandemi Covid-19. Di tengah keterbatasan dan lonjakan kebutuhan, PMI terus berupaya menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
“Apa yang sudah ada mari terus diperjuangkan. Kita telah melihat bagaimana pelayanan PMI Jawa Tengah dalam koordinasi kebutuhan darah itu luar biasa cepat,” katanya
Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Jawa Tengah Sarwa Pramana mengajak seluruh PMI kabupaten/kota untuk menjaga kekompakan dan integritas organisasi. Salah satunya melalui pelaksanaan rapat pleno secara rutin.
“Kami meminta pengurus di kabupaten/kota rutin melaksanakan rapat pleno. Bulan Februari ini diperkirakan masih menjadi puncak musim hujan dan akan berakhir pada awal Maret. Mudah-mudahan tidak ada bencana lagi,” ujarnya.
Dalam laporannya, Sarwa menyampaikan bahwa sepanjang 2026 PMI Jateng telah menggalang donasi untuk berbagai bencana. Untuk Brebes, terkumpul Rp190,5 juta bagi korban tanah gerak Sirampog dan Rp33 juta untuk longsor di Majenang.
Sementara untuk longsor Banjarnegara, dana yang terhimpun mencapai Rp186,5 juta bagi wilayah Kalibening dan Rp100 juta untuk Pandanarum.
PMI Jawa Tengah juga memfasilitasi penggalangan dana bagi korban bencana di luar daerah, termasuk bencana di Aceh dan Sumatera Utara beberapa waktu lalu, dengan total dukungan mencapai Rp2,78 miliar.
Sarwa menambahkan, laporan keuangan PMI Jawa Tengah secara rutin diperbarui dan diaudit oleh akuntan publik. Berdasarkan hasil audit masa kerja 2025, laporan keuangan dinyatakan wajar.
Pada kesempatan tersebut, PMI Jateng juga menyerahkan penghargaan kepada sejumlah PMI kabupaten/kota serta bantuan kepada lembaga masyarakat. Bantuan peralatan diberikan kepada Kabupaten Cilacap sebagai penggalang dana terbesar dalam Bulan Dana PMI 2025 dengan capaian Rp3,5 miliar, disusul Kota Semarang sebesar Rp3,1 miliar.
(Ganang)
