DEMAK || sidikutama.my.id - Kericuhan mewarnai kegiatan hiburan masyarakat berupa orkes musik di Lapangan Desa Wilalung, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Senin (23/3/2026). Insiden tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka akibat lemparan batu saat aparat membubarkan massa.
Pelaksana Tugas Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, menjelaskan kericuhan terjadi saat acara orkes musik Romansa dari Kabupaten Jepara yang berlangsung pukul 13.00 hingga 16.00 WIB.
“Kericuhan dipicu oleh kedatangan sekelompok pemuda yang diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang dari arah Kudus dan Pati ke lokasi acara,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, setibanya di lokasi, kelompok tersebut diduga melakukan provokasi terhadap pemuda setempat hingga memicu bentrokan. Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Linmas yang berjaga langsung melakukan pengendalian untuk meredam situasi.
Petugas kemudian memukul mundur massa ke arah Jembatan Kapiro sejauh kurang lebih 200 meter. Jembatan tersebut menjadi akses penghubung wilayah Kudus dan Pati menuju Demak melalui Desa Wilalung.
Namun, dalam proses pembubaran, sekelompok pemuda justru melakukan pelemparan batu ke arah petugas. Lemparan tersebut juga mengenai warga yang tengah melintas di lokasi.
“Dua warga yang melintas terkena lemparan batu dan mengalami luka. Anggota yang bertugas segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Gajah 2 untuk mendapatkan perawatan medis,” kata Nu’man.
Kedua korban diketahui bernama Nadila Ardiatus Siva (18) dan Muhammad Nauval (8), warga Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Keduanya mengalami luka lecet di bagian kepala dan telah mendapatkan penanganan medis.
Nu’man menambahkan, pihak panitia penyelenggara bertanggung jawab atas biaya pengobatan serta telah memberikan santunan kepada korban. Keluarga korban juga disebut tidak mengajukan tuntutan atas kejadian tersebut.
Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pelemparan batu. Proses identifikasi dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman video yang beredar di lokasi kejadian.
“Petugas masih memburu pelaku dengan mendalami beberapa video yang menjadi bahan penyelidikan,” ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama kegiatan hiburan berlangsung serta tidak mudah terprovokasi. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan cepat dari kepolisian,” pungkasnya.
(Ganang)
