MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Djarek 2026, Teater Lingkar Persembahkan Panggung Seni untuk Mengenang Warisan Bung Karno

Djarek 2026, Teater Lingkar Persembahkan Panggung Seni untuk Mengenang Warisan Bung Karno


SEMARANG || sidikutama.my.id - Semangat Bung Karno kembali bergema melalui pentas seni bertajuk "Seronce Melati Bagi Sang Pemimpin Besar Revolusi", yang menjadi bagian dari rangkaian Djarek (Sepekan Bung Karno dalam Gerak, Rupa, Suara, Sastra) di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Selasa (30/6/2026). Pertunjukan yang dipersembahkan Teater Lingkar Semarang tersebut memadukan puisi, tari, dan musikalisasi sebagai bentuk penghormatan terhadap pemikiran serta perjuangan Proklamator RI, Ir. Soekarno.

Rangkaian acara diawali sambutan Ketua Panitia Kelana yang menegaskan bahwa kebudayaan harus menjadi ruang bersama yang mampu merangkul semua kalangan. Menurutnya, keberagaman ekspresi seni merupakan kekuatan bangsa yang perlu terus dijaga melalui ruang-ruang berkesenian yang terbuka dan demokratis.

"Kami berharap ruang kebudayaan semakin terbuka dan demokratis sehingga para seniman, budayawan, maupun masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berdialog, dan merawat nilai-nilai kebangsaan," ujar Kelana.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Semarang Ir. H. Iswar Aminuddin, M.T., yang datang didampingi jajaran Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Semarang. Dalam sambutannya, Iswar menekankan bahwa semangat gotong royong harus terus menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat sekaligus memperkuat pembangunan kebudayaan.

"Kita harus selalu bergotong royong dan saling mendukung. Bangsa yang besar harus memiliki budaya yang besar," katanya di hadapan para seniman dan tamu undangan.

Ia mengakui bahwa di tengah kesibukan masyarakat saat ini, perhatian terhadap kebudayaan sering kali terabaikan. Karena itu, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memberikan dukungan terhadap pelaku seni agar kreativitas mereka terus berkembang.

"Saya sangat mengapresiasi para seniman dan budayawan yang tetap konsisten berkarya. Pemerintah Kota Semarang ingin terus hadir memberikan dukungan agar ekosistem seni dan kebudayaan semakin maju," tambahnya.

Memasuki puncak acara, Teater Lingkar Semarang menyuguhkan pertunjukan yang sarat makna. Penonton diajak menikmati pembacaan puisi "Prajurit" oleh Mas Pay, dilanjutkan "Sang Pembangkit" oleh Mami Niken, "Alam Wong" oleh Pak Ed, serta "Pokemon" yang dibawakan Mbak Sari. Seluruh puisi tersebut merupakan karya Jeng Dien Lingkar, yang dikenal konsisten menghadirkan karya-karya bertema kemanusiaan, kebangsaan, dan kehidupan sosial.

Selain pembacaan puisi, Teater Lingkar juga menghadirkan pertunjukan tari dan musikalisasi puisi yang memadukan kekuatan sastra, musik, dan gerak panggung menjadi satu pertunjukan yang utuh. Nuansa artistik yang dibangun menghadirkan refleksi mengenai semangat perjuangan, cinta tanah air, dan pentingnya merawat kebudayaan sebagai identitas bangsa.

Ketua Teater Lingkar Semarang, Sindhunata Gesit, mengatakan bahwa pertunjukan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Bung Karno melalui pendekatan seni yang dekat dengan masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan bahwa seni bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan. Melalui puisi, musik, dan tari, kami berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan, kemanusiaan, dan kebangsaan yang diwariskan Bung Karno," ujar Sindhunata.

Melalui gelaran ini, Teater Lingkar Semarang tidak hanya menghadirkan panggung pertunjukan, tetapi juga ruang refleksi tentang pentingnya kebudayaan dalam membangun karakter bangsa. Peringatan Bulan Bung Karno pun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya Indonesia bagi generasi mendatang.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA