BALI || sidikutama.my.id - Di balik mengepulnya dapur masyarakat setiap hari, ada kerja senyap yang terus dilakukan Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Provinsi Bali. Mereka hadir memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau, agar masyarakat dapat menjalani aktivitas tanpa dihantui lonjakan harga.
Upaya itu kembali terlihat saat Satgas Saber Pangan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kreneng, Jalan Rijasa, serta Supermarket Grand Lucky, Jalan Sudirman, Denpasar, Kamis (9/4/2026). Sidak dilakukan untuk memantau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di lapangan.
Sejumlah komoditas penting menjadi fokus pemeriksaan, mulai dari beras, telur, minyak goreng, kedelai, gula, jagung, cabai, bawang, hingga daging. Dari hasil pemantauan, harga bahan pangan di wilayah Bali, khususnya Kota Denpasar, terpantau relatif stabil. Pasokan pun dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan pasar, terutama untuk komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari.
“Langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga, menjamin keamanan, serta memastikan mutu pangan tetap terjaga,” ujarnya.
Tak hanya melakukan pengawasan, Satgas Saber Pangan juga memberikan edukasi kepada para pelaku usaha. Mereka diingatkan agar tidak menjual komoditas di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah, demi menjaga stabilitas dan keadilan bagi konsumen.
Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K. menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran, sanksi akan diberikan secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi, antara lain Ditreskrimsus Polda Bali, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), serta Perum Bulog.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Bali dapat terus terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani hari dengan tenang tanpa khawatir dapur mereka berhenti mengepul.
(Ihwan)
