MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Dugaan Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG, Polisi Lakukan Penyelidikan; BGN Hentikan Sementara SPPG di Demak

Dugaan Gangguan Kesehatan Usai Konsumsi MBG, Polisi Lakukan Penyelidikan; BGN Hentikan Sementara SPPG di Demak


DEMAK || sidikutama.my.id - Dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah santri dan warga di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendapat perhatian serius aparat kepolisian dan Badan Gizi Nasional (BGN). Insiden tersebut terjadi pada Minggu (19/4/2026), sehari setelah distribusi makanan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani di Desa Pilangwetan.

Pelaksana Harian Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Kuntoro, menegaskan pihaknya telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Kepolisian, kata dia, langsung turun ke lokasi untuk melakukan langkah awal penyelidikan, termasuk menjaga status quo guna memastikan proses pengumpulan bukti berjalan optimal.

“Kami merespons cepat aduan masyarakat terkait adanya keluhan gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari dapur SPPG di Desa Pilangwetan. Langkah awal sudah kami lakukan, termasuk pengamanan lokasi untuk kepentingan penyelidikan,” ujar Kuntoro dalam konferensi pers di Mapolres Demak, Selasa (21/4/2026).

Ia menjelaskan, penyidik telah menghimpun keterangan dari berbagai pihak, termasuk para penerima manfaat. Berdasarkan temuan sementara, proses pengolahan makanan disebut telah mengikuti prosedur yang berlaku. Selain itu, tidak ditemukan indikasi mencurigakan dari sisi aroma maupun kondisi fisik makanan saat dikonsumsi.

Meski demikian, kepolisian belum dapat menarik kesimpulan terkait penyebab pasti kejadian tersebut. “Kami masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk memastikan penyebabnya,” kata dia.

Di sisi lain, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Demak, Ali Muzani, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk menangani kasus ini secara terbuka dan menyeluruh.

“Kami sangat prihatin dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kebonagung. Penanganan akan kami lakukan secara transparan hingga tuntas,” ujarnya.

Ali menuturkan, berdasarkan hasil uji coba internal atau pencicipan sebelum distribusi, makanan dinyatakan layak konsumsi. Namun demikian, pihaknya tetap menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan sumber persoalan.

Sebagai langkah antisipatif, BGN telah menghentikan sementara operasional SPPG Yayasan Khidmatul Ummah Madani sejak Senin (20/4/2026). Operasional dapur akan dibuka kembali setelah evaluasi menyeluruh dilakukan dan dinyatakan memenuhi standar kelayakan.

Selain itu, BGN juga menanggung seluruh biaya pengobatan korban, baik di rumah sakit, puskesmas, maupun perawatan mandiri. Pendampingan psikologis berupa trauma healing juga diberikan guna memastikan para penerima manfaat tidak mengalami ketakutan dalam mengonsumsi makanan dari program MBG.

Dari sisi teknis, proses pengolahan makanan disebut telah mengikuti standar operasional prosedur. Bahan baku diterima pada Jumat (17/4/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian melalui proses sortir sebelum diolah. Proses memasak dilakukan pada dini hari, antara pukul 01.00 hingga 05.00 WIB, dengan menu nasi goreng, telur, susu, acar, dan jeruk. Distribusi makanan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB kepada para penerima manfaat.

BGN juga mengimbau seluruh penyelenggara SPPG di berbagai daerah untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan dalam setiap tahapan pengolahan makanan. Langkah ini dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA