Pengawasan ini dilakukan guna memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kapten Heri menegaskan bahwa keterlibatan langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pekerjaan.
“Pengawasan secara langsung terus kami lakukan agar pengerjaan rabat beton maupun sasaran lainnya berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh kegiatan TMMD, baik fisik maupun nonfisik, ditargetkan rampung sebelum penutupan program pada 21 Mei 2026.
Adapun pembangunan rabat beton jalan dilaksanakan di tiga padukuhan, yakni Padukuhan Jurug sepanjang 600 meter, Padukuhan Kwarakan sepanjang 100 meter, serta Padukuhan Senden sepanjang 500 meter. Seluruh jalan dibangun dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,12 meter.
(Ihwan)
