DEMAK || sidikutama.my.id - Sebuah komentar di media sosial berujung pada perubahan besar bagi empat penyandang disabilitas di Kabupaten Demak. Bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Demak menyerahkan bantuan empat kaki palsu sebagai wujud kepedulian sekaligus respons cepat terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui media sosial.
Bantuan tersebut diserahkan langsung di Pendopo Parama Satwika Polres Demak, Jumat (3/7/2026). Program ini menjadi bagian dari rangkaian pengabdian Polri yang menempatkan pelayanan kemanusiaan sebagai salah satu bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, Hari Bhayangkara tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan aksi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perhatian.
Menurut Arrizal, bantuan kaki palsu tersebut berawal dari informasi yang disampaikan seorang warganet melalui kolom komentar akun Instagram pribadinya. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan proses verifikasi dan pendataan hingga akhirnya empat warga penyandang disabilitas dinyatakan berhak menerima bantuan.
"Kegiatan ini merupakan bentuk dedikasi Polri dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Ini juga menjadi bukti bahwa Polri selalu hadir dan siap merespons kebutuhan masyarakat kapan pun dan di mana pun. Berawal dari informasi yang kami terima melalui media sosial, kami segera menindaklanjutinya dan hari ini empat penyandang disabilitas dapat menerima bantuan kaki palsu," kata Arrizal.
Ia menegaskan, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah dan aparat kepolisian. Karena itu, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah seorang penerima bantuan, Sungkono (57), warga Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, mengaku tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Selama sekitar empat tahun terakhir, ia harus menjalani kehidupan dengan keterbatasan setelah kaki kanannya diamputasi akibat kanker kulit yang berkembang menjadi infeksi.
Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari, termasuk mencari nafkah, menjadi jauh lebih sulit. Berbekal harapan sederhana untuk dapat kembali berjalan, Sungkono kemudian mengirimkan pesan langsung (direct message/DM) ke akun Instagram Kapolres Demak guna memohon bantuan kaki palsu.
Harapan itu akhirnya terwujud. Setelah melalui proses pendataan, ia menjadi salah satu dari empat warga yang menerima bantuan pada peringatan Hari Bhayangkara tahun ini.
"Saya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Demak beserta jajaran. Bantuan kaki palsu ini sangat berarti bagi saya karena akan memudahkan saya untuk kembali beraktivitas dan bekerja. Semoga kebaikan ini menjadi amal ibadah serta Polri semakin dekat dan dicintai masyarakat," ujar Sungkono.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi potret bagaimana layanan kepolisian tidak berhenti pada fungsi menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir melalui kepedulian sosial. Bagi Polres Demak, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat semangat Polri Presisi yang responsif, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat.
(Ganang)
