MEDIA ONLINE SIDIK UTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Jembatan Penghubung Dua Desa di Klaten Kembali Berfungsi Setelah Terputus Lima Tahun

Jembatan Penghubung Dua Desa di Klaten Kembali Berfungsi Setelah Terputus Lima Tahun


KLATEN || sidikutama.my.id Jembatan penghubung Desa Cucukan dan Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali berfungsi setelah hampir lima tahun terputus akibat banjir. Beroperasinya kembali jembatan ini memulihkan akses mobilitas warga sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat setempat.

Jembatan yang diberi nama Jembatan Merah Putih itu diresmikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Rabu, 14 Januari 2026, di Dukuh Matangan, Desa Cucukan. Peresmian tersebut merupakan bagian dari peluncuran serentak 19 Jembatan Merah Putih di sejumlah daerah.

Kapolri Listyo Sigit berharap keberadaan jembatan ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas harian warga, akses pendidikan, serta distribusi hasil pertanian.

“Mudah-mudahan jembatan ini betul-betul bermanfaat bagi anak-anak, masyarakat, dan para petani, serta seluruh pihak yang memanfaatkannya,” kata Listyo Sigit.

Ia menjelaskan, pembangunan dan rehabilitasi jembatan di Jawa Tengah dilakukan melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan jajaran Polda Jawa Tengah. Dari total 63 jembatan yang direncanakan, sebanyak 19 jembatan telah rampung, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan.

“Pengerjaannya melibatkan masyarakat setempat sehingga terbangun interaksi dan rasa memiliki. Secara nasional, sudah ada 171 jembatan yang dibangun, dan Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak,” ujarnya.

Jembatan di Dukuh Matangan pertama kali dibangun secara swadaya oleh warga pada 1981 dan selama puluhan tahun menjadi akses utama penghubung Desa Cucukan dan Desa Kotesan. Namun, banjir pada 2021 merusak struktur jembatan hingga terputus total, memaksa warga menempuh jalur memutar yang lebih jauh untuk beraktivitas.

Pada 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan bantuan sebesar Rp 400 juta untuk pembangunan kembali jembatan tersebut, ditambah dukungan swadaya dari Polres Klaten. Jembatan yang dibangun ulang memiliki panjang 12 meter dan lebar 4 meter, disesuaikan dengan kebutuhan lalu lintas warga.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan pembangunan Jembatan Merah Putih di Klaten mencerminkan semangat kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat.

Menurut Hanung, program tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Tengah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jembatan dan jalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Pada 2026, Jawa Tengah mengajukan sekitar 679 usulan jembatan kepada pemerintah pusat, baik jembatan penyeberangan orang, jembatan gantung, maupun rehabilitasi jembatan di 35 kabupaten/kota,” ujar Hanung.

Ia menambahkan, seluruh usulan akan melalui proses verifikasi agar pembangunan tepat sasaran dan berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan konektivitas menjadi faktor penting dalam mendukung akses pendidikan, pertanian, dan pergerakan ekonomi masyarakat.

Selain pembangunan jembatan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memperkuat perbaikan jalan provinsi serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Pemprov Jateng turut mengalokasikan sekitar Rp 30 miliar untuk perbaikan irigasi tersier sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA

BERITA TERBARU Memuat berita terbaru...