MEDIA ONLINE SIDIKUTAMA.MY.ID | BERITA TERUPDATE DAN TERPERCAYA | MEDIA TV 📺 ONLINE Polres Demak Resmikan Sumur Bor untuk Warga Terdampak Banjir di Solondoko

Polres Demak Resmikan Sumur Bor untuk Warga Terdampak Banjir di Solondoko


DEMAK || sidikutama.my.id - Akses air bersih yang selama ini menjadi persoalan bagi warga Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, mulai teratasi. Polres Demak meresmikan operasional sumur bor yang dibangun untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul di wilayah tersebut.

Peresmian dilakukan Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra bersama jajaran Forkopimcam Guntur, pemerintah desa, dan masyarakat setempat, Rabu (3/6). Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Keberadaan sumur bor dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi warga yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, keterbatasan akses air juga berdampak pada kesehatan dan produktivitas masyarakat.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra mengatakan, penyediaan akses air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, keberadaan negara harus dapat dirasakan secara nyata melalui program-program yang memberikan manfaat langsung kepada warga.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar yang sangat penting. Ketika akses terhadap air tersedia, kualitas hidup masyarakat juga akan meningkat,” kata AKBP Samel.

Ia menegaskan, pembangunan sumur bor tidak sekadar menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat bangkit pascabencana dan menghadapi berbagai keterbatasan yang masih dirasakan hingga saat ini.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pelayanan sosial yang mampu menjawab kebutuhan warga.

“Polri ingin hadir tidak hanya ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga hadir memberikan solusi terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pembangunan sumur bor tersebut dimulai pada 28 April 2026 dan rampung pada 13 Mei 2026. Proyek itu terlaksana melalui kolaborasi antara Polres Demak, pemerintah setempat, masyarakat, serta dukungan dari PT Saprotan Utama.

AKBP Samel mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak yang telah mendukung pembangunan fasilitas tersebut. Menurutnya, penyelesaian persoalan masyarakat membutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. Kolaborasi yang baik akan menghasilkan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap sumur bor tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga, sekaligus dijaga dan dirawat bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, warga Dukuh Solondoko, Masyitoh (42), mengaku bantuan sumur bor tersebut membawa dampak besar bagi masyarakat. Setelah banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul, warga kerap mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Sumur bor ini sangat membantu warga karena selama ini kami cukup kesulitan mendapatkan air bersih setelah banjir,” ujarnya.

Menurut Masyitoh, kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya mempermudah pemenuhan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang sebelumnya harus mencari sumber air dari lokasi yang lebih jauh.

Peresmian sumur bor di Dukuh Solondoko menjadi salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat melalui pendekatan yang menyentuh kebutuhan dasar warga. Di tengah upaya pemulihan pascabanjir, keberadaan akses air bersih diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

(Ganang)

Lebih baru Lebih lama

MEDIA ONLINE TERUPDATE DAN TERPERCAYA